Soedirman Seorang Panglima, Seorang Martir Tim Buku Tempo text Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia 2026 Cet.14 ind
text
regular print
xiii+153 hlm : ilus ; 16 x 23 cm
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta. Dengan separuh paru-paru, ia memimpin gerilya. Selama delapan bulan, dengan ditandu, ia keluar-masuk hutan. Tim Buku Tempo Biografi Pahlawan 920.059 8 920.059 8 TIM s 978-602-6208-44-6 260819 20260819111141 INLIS000000000000696 Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl (Revision 1.106 2014/12/19)